Selasa, 17 Agustus 2010

Pencerahan dari suara


" Allah hu Akbar Allah hu akbar" .....ya....dengung Adzan selalu ku dengar setiap 5 kali dalam sehari pergantian waktu di dunia ini. salah satu cara ku mengetahuinya adalah dari speaker ini. memang bentuk ini dibuat dari almunium atau bahan sejenisnya yang mungkin hanya sebagai pengeras suara. tapi bagi ku, pengeras suara itu adalah pertanda bahwa dunia ini ternyata memang benar memiliki waktu yang memang harus kita syukuri nikmatnya disetiap pergantiannya.

sungguh sangat senang karena tempat dimana saya mempertaruhkkan kehidupan saya terletak sangat dekat dengan pengeras suara yang selalu mengingatkanku bahwa semua ini pasti ada yang menciptakannya. :-)

semoga menginspirasi........

Jumat, 13 Agustus 2010

TWINS


Sesekali aku melihat ada sepasang bule, satu dari jepang dan satunya lagi entah dari mana. sepertinya yang laki - laki dari daerah russia cuma karena saya belum pernah kesana jadi tidak tahu ciri - ciri fisik mukanya. ( :-p ). Iya, TWINS yang menjadi sebuah simbol bagi saya kali ini bukan berarti mereka sama secara fisik, karena biasanya orang - oarang menyimbolkan kembar itu dari segi fisik. TWINS yang ada dalam pikiranku sepintas terlihat memang kembar, mereka memiliki kesamaan dalam hati.

kenapa kesamaan dalam hati? tentu itu hal yang sangat simple, bukan masalah cinta ataupun tentang apa lah istilahnya ( mungkin orang - orang menyebutnya PACARAN ). dimana letak kesamaannya? tentu saja mereka ingin ke pulau DEWATA bersama, mereka ingin sama - sama menikmati indahnya pantai dan sunset di pulau yang dijuluki the paradise island itu. dibalik kesimpelan itu justru terdapat makna yang dalam akan TWINS. mereka telah sepakat dan konsekuensi dengan janji mereka untuk mengunjungi pulau tersebut.

nah, hal simple seperti ini tentu ada di kehidupan saya maupun teman - teman yang lain, dan yang kurang disadari adalah adanya kesepakatan, konsekuensi, kesepahaman, persamaan persaan yang jauh lebih dalam dibanding kata - kata yang mungkin selama ini kita ucapkan kepada orang terdekat kita. heheheheh...

semoga menginspirasi..........

Selasa, 10 Agustus 2010

Aku menyebutnya Keluarga


Alhamdulillah setelah lama absen dalam dunia tulis menulis, saya kembali memulai mencoba menulis kembali. ya kali ini saya sedang berada di Jogjakarta, jujur rasanya ada yang kurang pas karena puasa saya dihari yang pertama tidak bareng dengan keluarga, akan tetapi disini saya justru mendapat sedikit curhatan,hehehehehheheheh...

kemarin sebelum saya berangkat ke jogja, saya sempat mengunjungi tempat wisata di banjarnegara yaitu Dieng Plateu. disitu saya mendapat hal yang mungkin tidak saya sadari sebelumnya,yaitu kesempatan berkumpul bersama sodara2 saya. dahulu kala semasa saya SD,saya selalu mengharapkan Bulan romadhon datang secepatnya karena ingin bertemu dengan sodara2 tercinta. nah, kemarin saya baru menyadari bahwa semakin saya dewasa saya kehilangan moment dan perasaan itu, entah karena faktor apa, yang jelas saya teringat kembali ketika saya bersama saudara2 yang dahulu saya nanti2kan di saat bulan Romadhon, justru kini bisa sering ketemu dan ini ada beberapa moment yang bisa saya ambil.

terkadang orang menganggap moment itu seperti hal sewajarnya,tapi sebuah "HAL SEWAJARNYA" adalah sebutan bagi simbol mereka masing - masing dan buat saya, itu adalah sangat indah ketika saya bisa mengambil moment di pikiran saya lalu saya gambarkan melalui kamera,,

sungguh senangnya bisa ingat akan moment dan perasaan itu walaupun hanya dapat aku tuangkan dalam bentuk gambar.. :-P

Selamat menikmati, semoga menginspirasi......



Imagination OF storyofwarnawarni.com




Kamis, 29 Juli 2010

The Way Of My “Background” Life



Penjaga Distro Aktivitas Conter HP


Gambar tersebut hanyalah pengantar ide cerita yang akan saya bawakan.

Alhamdulillah setelah berhasil memposting dua ide kemarin dan saya mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan impian saya yang sedemikian lama saya tidak bisa wujudkan,yakni pergi ke pulau dewata. Hehehehe, sebenarnya saya juga masih memiliki beberapa ide untuk menceritakan apa yang saya alami ketika perjalanan ke pulau dewata tersebut. Tapi disini saya akan menceritakan mengapa saya memilih judul The Way of My “ Background” Life.
Jika dilihat dari susunan dan pemilihan kata, maka kata “Background” disinilah yang menjadi poin dimana saya akan menceritakan sesuatu. Ya, Backgroun disini saya artikan sebagai sesungguhnya dibelakangku. Ternyata setelah saya berumur 20 tahun saya benar – benar baru menyadari apa sih yang sebenarnya dibalik saya bisa hidup ini, jawabannya sangatlah simple. Ayah dan Ibu saya bukanlah pegawai negri yang menerima gaji setiap bulan dan bisa memperkirakan keperluan apa saja yang akan di capai. Ayah dan Ibu saya adalah seorang yang mau berusaha hingga titik seperti sekarang, Dulunya mereka adalah penjual krupuk dan dengan beberapa modal mereka berlayar ke kehidupan CInta yang sebenarnya ( wkwkwkwkwkwkwk,,,,,sok lebay). Ayah saya berasal dari keluarga militer dan ibu saya berasal dari keluarga pedagang, mungkin dari situlah mereka mau berusaha keras walaupun diawali dengan modal Krupuk.
Dengan usaha yang sangat lama dan rasa cinta terhadap keluarga maka jadilah mereka pasangan yang mampu membawa keluarganya pada titik sekarang,yakni menjadi pengusaha. Tentu saja karena awal mereka adalah penjual krupuk maka saya tidak heran lagi ketika ayah dan ibu saya sangat menghargai para pedagang yang biasanya lewat atau bertemu dengan ayah dan ibu saya. Selain pedagang, mereka juga sangat respect terhadap para pekerjanya, nah dibalik apa yang ayah ibu saya kerjakan, inilah sosok – sosok yang ternyata mampu menghidupi keluarga saya. Mereka pembuat batu bata, lalu sopir material kali ( sungai ), arsitek, dan pekerja bangunan. Yah, merekalah BACKGROUND dari semua kesuksesan dan kehidupan keluarga saya. Mungkin teman – teman juga baru menyadari atau memahami bahwa dibalik kemampuan kita atau keluarga kita, ternyata masih ada hal – hal yang selalu menjadi dasar atau Background dari kehidupan kita seperti halnya pada tukang batu bata dan bangunan yang ada di foto tersebut. Jadi sebelum kita memahami diri kita, maka pahamilah asal usul kita dan apa yang menjadi dasar yang sebenarnya dalam diri kita. Dari situlah kita bisa melakukan sesuatu yang lebih bijaksana.
Hehehehehehehehehe,,selamat menikmati gambarnya, semoga bisa menginspirasi, mohon maaf jika ada hal yang aneh dalam gambar saya karena kamera saya sudah berjamur,,wkwkwkwkwkkwkwkwkw..
SUKSES!!!!

Imagination from storyofwarnawarni.blogspot.com


Pekerja Batu Bata


Pekerja Batu Bata


Pekerja Batu Bata


Pekerja Besi


Sopir dan Angkat semen


Angkat Bata

Senin, 05 Juli 2010

Behind the Sciene : The Superhero

Kemarin, tepatmya hari sabtu tanggal 3 Juli 2010. Saya bersama teman - teman penggila foto banjarnegara kembali melakukan aksinya. Kali ini yang menjadi korban jepretan kami adalah Band The SUPERHERO. Band lokal dari Banjarnegara ini sedang mengalami progres dan siap untuk meluncurkan mini album. Nah, kita selain menikmati musik juga ingin membantu proses kemajuan karya anak lokal,khusunya Banjarnegara. Dengan single hits " No Sound" kini The Superhero siap melunjurkan senjata mautnya,,heheh..ini dia proses pembuatan studio buatan.

saya sangat sedih karena setelah melihat output saya dan mencoba saya edit, ternyata kurang bagus, sehingga saya menggunakan output teman saya lalu saya edit.


Back Ground studio buatan

Proses pembuatan




Dan inilah hasil jepretan kami, teman teman yang ikut berpartisipasi:
1. Bayu Bergas : Director
2. Yunika : Properti and Custom
3. Galih " Classic R" : Fotographer ( toycam )
4. Mas Fery "Suhu" : Fotografer, Kamera 1 ( Nikon d40 )
5. Adhirga Romadhona : Fotografer, kamera 2 ( Canon 350d)
6. Agung " PRiweks" : Fotografer, kamera 3 ( Nikon d40 + nikon Analog )
7. Agung Yuniafif : Fotografer, kamera 4 ( Nikon Analog )
8. Viga Klemens : Fotografer, kamera 5 ( Nikon analog )

dan inilah hasil dari kreatifitas kami. semoga bisa membantuu The Superhero untuk meluncurkan mini albumnya.


foto : mas Feri ( nikon d40 )
editor : adhirga romadhona


Foto : Mas Feri ( Nikon d40 )
Editor : Adhirga Romadhona

ada cerita di banjarnegara




























Ada sedikit ceita ketika blog lama saya tidak bisa di buka, sungguh rasanya muram sekali. tapi apa boleh buat, ingin belajar sesuatu pasti mengalami hal yang menyakitkan. Nah saat kemarin saya liburan di kota asal saya BANJARNEGARA ( saya tidak mau menyebutnya desa,,heheh) saya ingin kembali menulis di blog, akan tetapi saya bingung karena tidak ada tema yang nantinya akan saya posting. Beruntungnya saya bertemu teman saya yang bernama Galih, dengan semangat mengajak saya untuk menyukai kembali tentang jempret menjepret gambar. Ternyata disini saya bertemu orang - orang yang gila akan Foto, mereka bukan fotografer, tetapi orang - orang yang sangat menyukai foto sehingga hal apapun yang indah bakal di KAMERAKAN,,hehehehehheheh,

Hari pertama saya dan kawan - kawan menjepret teman saya yang ingin mengeluarkan mini album, yaitu KALAH PAMOR. saya tentu sangat tertarik karena selain belajar njepret kembali juga membantu teman saya. nah untuk postingan pertama sekaligus latihan menulis,,selain itu saya juga belajar memperhalus gambar supaya hasilnya bisa lebih dinikmati. maklum juga tulisan saya masih kacau itu karena faktor X ( gila di semeter 4)hehehehehehhehe

NB : ada 1 gambar yang diambil oleh Galih Classick R, tetapi saya yang memperhalus outputnya.