Lelah letih lesu lunglai
Kusam kering kerut kosong
Isih Penuh Ada Tersedia
Panjang lebar luas banyak
Berkelahi berkelana berjaga mengarungi samudra
Berjibaku bermimpi berasumsi mengarungi lautan
Berjelaga bercerita berirama mengarungi arus sungai
Berenang bersenang senang dengan riang menyelami kolam
Tegas lugas bersikeras
Lelet pelet palet
Pagi siang sore malam
Shubuh dhuha dzuhur ashar maghrib isya' tahajud
Makan minum mengisi perut kosong
Duduk santai dikursi panjang
Menunggu melihat jam tangan
Bosan penat emosi berdiri
Melangkah tinggalkan lelah
Tak usah terlalu lama buang waktu pada lelah dan penat!
Jumat, 07 Juni 2013
Kamis, 06 Juni 2013
Woiyooooo........Aku Kembali
"Apa kabar kawan? Loong Time no see, kemana aja lo atau you mati...Senang rasanya bertemu kembali.."
lalu aku jawab:
"Aku kembali.....tlah sekian lama....mencari arti....Jalani mimpi....Ku kembali tempat dimana ku bisa bersembunyi, hanya disini, kulepaskan resah hari."
-----------------------------------------------------------------------------------------
Sore hari yang diselimuti awan berjari dan berkaki seolah memberikan layar putih yang didalamnya ada gambar diri. Gambar tentang 9 manusia yang pada mulanya hanya sekedar pegiat rutinitas belajar semata. Begitu jelas dan begitu nyata tentang gambar itu, apa lagi Barista yang duduk dengan muka "Nyantheng" memutarkan lagu yang sengaja membuatku terdiam. Iya, benar adanya terdiam. Aku berbenak " sialan, sengaja banget ini orang mutar lagu ini, sengaja banget!!"
Setelah aku dimakan oleh senja yang begitu mendung, lalu aku beranjak untuk membalikan pikiranku pada ruang kosong berjarak tambang yang tergenang pada arus pikiranku. Semua tiba - tiba menjadi hiruk pikuk dan ber gejala muda di pikiranku. Aku sesaki semua tanganku dan layar yang aku tatap hampir 5 jam rasanya dia amat marah karena tatapanku yang begitu emosional. Aku mencari semua yang pernah tersaji dengan rapi. Namun hanya ini yang berhasil aku gapai tentang mimpi, mimpi kita semua yang pernah berdusta bahwa kita tidak merokok atau minum Ciu yang ada di sebelah panggung, meskipun terkadang kita memang dipaksa keadaan. Tapi ini yang ikin aku katakan pada kalian:
1. Dia datang
![]() |
| Kamu penyebab pertamanya! Ndot!! |
Dia datang menghampiriku di siang riang saat aku memainkan nada - nada yang diselancarkan oleh Tom Delonge. Studio saat ini penuh sesak oleh para audisional yang mencari eksistensi tentang keberadaan mereka. Datang dengan sebongkah tembakau dan kaca mata tebalnya, membantuku mencari jati diri si kunci melodi yang aku buat. Saat aku keluar dari studio yang dilengkapi peredam suara itu, dia hanya mengucapkan " ko terlalu mainstrem, band - band an kuwe nggolet seneng, nggolet wong sing nonton juga seneng (kamu terlalu manstrem, main band itu mencari kesenangan agar yang menikmati musik kita juga senang)."
Dia mengajakku bergegas menuju rumah Ole, si pemain judi yang pintar mencetak 3 angka di lapangan basket. Diajaklah putra dari pak Yadin ini untuk bercumbu dengan melodi 4 senar. Ole menyetujuinya dan dia menyarankanku untuk kerumah pak Tri. Bukan, bukan untuk nyaleg, tapi untuk membujuk si kribo yang paling gaul se kompleknya, semarang kidul. Awalnya si kribo menolak karena dia terlalu pendek, bukan pendek tubuhnya, tapi pendek keberaniannya. Akhirnya si bendot meyakinkan kalau si kribo bisa memainkannya.
Selang beberapa hari, hadirlah si gendut nan tampan dari kelas 10 enam. Dia biasa bernyanyi di pelataran kelasnya dengan begitu leluasa hingga tak sadar sebenarnya kancing bajunya sudah terbiasa terlepas karena tidak muat lagi. Tanpa banyak basa basi, si gendut pun mengiyakan. Setelah semuanya terkumpul, diantara kita berfikir bukan, bahwa kita butuh ketukan seperti kendang yang biasa dimainkan pada alur Jamaika? Terpikirlah dari kita untuk menyambangi si pecinta wanita yang hingga saat ini belum bisa berhubungan resmi lebih dari satu bulan. Hanya untuk memainkan isi perut dari ketukan itu. Setelah itu terjadi, kita semua berfikir bukan? kita membutuhkan orang yang pintar untuk senam jari pada papan seribu nada di setting piano? Saat itu aku disarankan untuk menjilat ludahku sendiri karena orang yang akan disambangi saat ini bukan lain adalah Ibe, iya Ibe. Orang yang pernah hampir aku pukul di hari jum'at karena dia dengan berani membuka kerudung dari --ah faaaak disebut kan....., mantanku!!--. Saat itu emosiku sudah begitu melanda membanjiri sekujur tubuh untuk menghantam Ibe. Namun Allah masih memberikanku seribu kesabaran karena saat itu hari Jum'at, Thank's God It's Friday!. Pertama kali aku kembali bertemu dengan Ibe, aku masih pasang muka masam dan pura - pura tak perduli. Awalnya masih canggung untuk berbicara, masih basa basi, hingga akhirnya semua menjadi cair karena kelakuan Ole, Bendot, Galih, Fandi, dan Satya. Asuuuu emang kalian semua!!!! ahhahaha
Setelah semua menjadi cair secair salju, berangkatlah kami pada pementasan pertama. Pementasan yang saat itu butuh image yang baik untuk seterusnya. Karena saat itu butuh Image, kita semua berfikir butuh sesosok wanita untuk menarik perhatian bukan? hehehe, namanya Olga (pacarnya si Aan Krandegan). Olga pun tidak terlalu lama basa basi dan akhirnya kita berpentas pertama.
![]() |
| First Action At AMPG KPPG Musik Contest |
2. Terus - Terusan
Penampilan perdana yang tidak begitu memalukan, meskipun ekspresi kita memalukan saat selesai berpesta karena kita semua banyak celoteh sana sini. Tapi biarkan sajalah, tanpa begitu kita tak akan bernah bisa menyatu. Beberapa minggu kesekian, kita semua kembali diundang untuk mengisi dan menghangatkan daerah Paweden. Kita semua berangkat bersama, aku masih menggunakan Vespa klasik punya bapakku dan seperti biasa, Ibe minta dijemput Fandi dan selalu mengeluh dijalan. Walaupun tanpa imbalan apapun, kita semua berirama pada hari itu, kalian lupa?ini masih ada buktinya. Bahkan mas Toni saat itu begitu bersemangat dengan kita... Lihat pula, si pecinta wanita masih ngetuk - ngetuk jimbe.
![]() |
| featuring mas Toni. |
![]() |
| Dingin si, tapi rela bagi - bagi :) |
Sekiranya seperti itu awal mula dari kita, namanya saja masih Thumband Reggae jadi ya mainnya masih kadang - kadang gitu ya. Baiklah, lekas dan bari kita bergegas untuk menuju panggung berikutnya yang akan lebih penuh sesak. Oiya, awal mula kita manggung masih ingat hanya berapa yang nonton dan berapa yang ikut bergoyang? hehe, coba kalian ingat - ingat saat itu mungkin lebih dari hitungan jari tidak ada.
3. Diubah sajalah namanya, jangan Thumband. Ganti jadi Thumband Javanesse Raggae!
Jikalau sehari bertemu tanpa adanya debat dan ngutang saat latihan bukanlah kita. Atau si satya yang suka nggodain mba ida di studio. Entah apa lah kelakuannya, atau Ibe yang manja minta di jemput dan Ole yang suka tambal ban di tempatnya pak Ibud. Wes kabeh rubes dewek - dewek. Tapi seperti itulah kita hingga suatu saat diantara kita tercentuk untuk merubah nama biar keren katanya. Entah keren di lihat dari mana juga aku tidak peduli, namun nama ini cukup membuat hati berbekas dengan segala kenyataannya. Ya, nama inilah yang kita sepakati hingga si pecinta wanita berubah posisi menjadi penyanyi. Ditambahlah si Opa Acil dan mas Adunk dengan kemampuan skate board nya mengisi posisi Satya. Sepertinya posisi ini cukup panas karena di isi oleh dua orang yang saling bergantian. (NB: Asal jangan gantian pasangan ya ) Sederhana saja, kita beri nama baru:
![]() |
| new name, new brand |
4. Serangkaian Kisah dari Kita
![]() |
| Semua hanya perlu pejamkan mata dan menikmati alunan kasih sayang dari nada kita masing - masing. Hingar bingar di depan kita hanyalah imajinasi sementara jika kita tidak menikmatinya. |
Rabu, 05 Juni 2013
Kamu hanya Perlu Bahagia Saat Ini
![]() |
| I hope You will Be very Happy after This Moment, My Lovely Sister |
Pasukan dari rintik hujan sudah menutup segala penjuru arah untuh masuknya cahaya. Begitu juga dengan kumandang Adzan maghrib yang semakin meyakinkan bahwa semua ini sudah semakin dekat. Dekat dengan berjibun kuah opor ayam dan teh hangat seperti yang biasa ibu berikan kepada kita sebelum kita ikhlas untuk mengeluarkan keringat bersama sekop dan pacul yang begitu garang. Namun malam ini kamu tidak begitu terhilat garang seperti aku melihat kamu begitu garang ketika menaiki kerbau di tengah sawah dan kamu rela untuk mengangkat batu bata ke arah bak yang sudah ku buka. Malam ini begitu tenang dan hikmat aku melihat pada tatapan matamu. Seolah kamu tidak berbicara mengenai aku yang merokok ataupun kamu yang setia memberikanku satu bungkus rokok ketika aku sedang kelelahan. Kamu hanya diam dan senyum malam ini.
Haruskan aku memberikanmu bunga seperti yang Bunga kasih setiap hari untukmu? ataukah haruskah aku memberikan Cincin emas seperti yang kekasihmu berikan padamu? Oh tidak, tentu saja tidak. Aku tidak bakal mampu sampai tahap itu untuk saat ini. kamu juga tahu, aku adalah bawahanmu, aku adalah buruh yang siap menyelesaikan segala tanggung jawabmu saat ini karena aku tau, kamu hanya membutuhkan mata berkelana pada gembira. Kamu tak butuh beban yang selama ini kamu tanggung demi aku bisa bertoga. Kamu tak perlu melakukan banyak hal untuk saat ini. Mungkin itu yang bisa aku lakukan agar kamu tau, bahwa aku disini sangat kesepian. Aku ditinggal oleh banyak harapan dan asa rasa. Kamu tahu segalanya apa yang aku rasa. Bahkan kamu rela untuk datang kepadaku saat aku berada di 316 KM dari tempat kamu berada, demi membelikanku sebungkus rokok serta kamu membawakan coklat kesayangaku. Pun ketika aku menangis tentang betapa beratnya berperan sebagai sosok Harapan keluarga. Kamu benar - benar menggenggamku dengan sangat hagat. Meskipun kamu tahu bahwa tiada hari tanpa "mutungan" diantara kita. Kamu selalu mengalah untuk ku. Selalu, bahkan kamu rela disalahkan karena prasangka tak terduga dari orang yang ingin sok tau tentang kehidupanku. Kamu merelakan semua egomu.
Setelah ini, kamu akan berdansa dengan orang lain. Tepatnya orang yang kamu cintai meskipun terkadang kalian saling menyakiti. Setelah ini kamu akan menggenggam tangannya setiap hari dan akan menyediakan kopi pagi dan air panas malam untuk orang yang kamu dambakan. Meskipun kamu begitu superior sebagai wanita, kamu tak pernah akan mampu untuk berfikir sendiri sehingga kamu membutuhkan kehangatan dari orang yang kamu hampiri di mimpi setiap hari.
Aku akan menjadi sosok yang tegar sekalipun terkadang aku selalu meneteskan air mata hingga bahuku tak mampu aku angkat dan aku buat gagah. Melihatmu begitu tegar untuk menghidupkan ku sebagai aku selama ini, melihatmu selalu memilihkan baju dan celana hingga sepatu yang cocok untukku, karena aku tak pernah bisa memilih baju dan celanaku sendiri. Semua kamu yang membuat aku menjadi aku. Aku hanya bisa berbuat seperti ini hingga saat ini, hingga malam ini pun aku tegar di semua hadapan orang berkerudung yang sebagian besarnya sudah buncit perutnya dan di depan bapak - bapak berkumis. Aku menegaskan segala konsep yang sudah aku susun untuk hari kebahagiaanmu. Kamu hanya terdiam dan melihatku berbicara, seperti aku adalah mahluk yang tercipta dari belahan yang lain. Seperti kamu hanya baru menatapku kemarin. Malam ini sungguh berbeda. Aku hanya bisa mendoakanmu, aku hanya bisa berbuat banyak pada konsep hari istimewamu nanti. Semoga kamu bahagia setelah yang kamu lalui semua, semoga kamu menyukai konsepku karena ini adalah hasil kamu menghidupiku selama ini. Akan aku balas satu per satu, lewat karyaku nanti, semoga kamu bisa bahagia di hari yang indah nanti. Aku selalu mendoakanmu.
Yang pasti, hari ini aku hanya akan mengeluarkan asap rokok ku sendirian di kamarku tanpa kamu tahu bahwa aku mengeluarkan air mata yang begitu banyak. Tanpa kamu tahu, bahwa aku akan kehilangan sebagian waktuku denganmu. Semoga kamu bahagia setelah ini, kakak ku tercinta. I Love U so much.
Selasa, 04 Juni 2013
Hanya Saja
Panjang Terlentang
Tegas Bergegas
Lari berjari - jari
Jari ditinggal pergi
Hendak membawa isi hati pada jamuan lentera merah
Berhenti pada titik yang berlawanan arah
Disuruhnya semua berbalik arah
Seperti semua, seperti sedia kala
Tak perlu lagi saling menjajah
Cukup Tegas Bergegas dan Panjang Terlentang
Tak perlu lagi saling menjajah
Cukup berlari tanpa meninggalkan jari.
Jika harus melihat gairahmu yang dulu menari dengan yang lain, cukup lihatlah
Jika harus melihat indahnya yang dulu bernyanyi diatas harapan yang lain, cukup dengarkanlah
Terlalu banyak untuk berfikir jika namun belum merasakan, hanya asumsi
Yang di dasari pada analisis hati
Panjang Terlentang
Tegas Bergegas
Lari berjari - jari
Jari ditinggal pergi
Hanya saja untuk mengedipkan hati dan melegakan mata
Hanya saja untuk berkemas bahwa siap di petualangan selanjutnya
Hanya saja tidak menjadi beban pundak selanjutnya
Hanya saja berbahagialah dengan yang berikutnya
Tegas Bergegas
Lari berjari - jari
Jari ditinggal pergi
Hendak membawa isi hati pada jamuan lentera merah
Berhenti pada titik yang berlawanan arah
Disuruhnya semua berbalik arah
Seperti semua, seperti sedia kala
Tak perlu lagi saling menjajah
Cukup Tegas Bergegas dan Panjang Terlentang
Tak perlu lagi saling menjajah
Cukup berlari tanpa meninggalkan jari.
Jika harus melihat gairahmu yang dulu menari dengan yang lain, cukup lihatlah
Jika harus melihat indahnya yang dulu bernyanyi diatas harapan yang lain, cukup dengarkanlah
Terlalu banyak untuk berfikir jika namun belum merasakan, hanya asumsi
Yang di dasari pada analisis hati
Panjang Terlentang
Tegas Bergegas
Lari berjari - jari
Jari ditinggal pergi
Hanya saja untuk mengedipkan hati dan melegakan mata
Hanya saja untuk berkemas bahwa siap di petualangan selanjutnya
Hanya saja tidak menjadi beban pundak selanjutnya
Hanya saja berbahagialah dengan yang berikutnya
Senin, 03 Juni 2013
Sudah kah kalian semua Alay?
Begitu banyak perubahan setelah teknologi yang mempengaruhi munculnya era digitalisasi. Jujur saja aku merupakan salah satu korbannya. Aku mengakui menjadi orang yang kaget untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang saat itu begitu menggemparkan dunia. Sebenarnya aku pun sedikit berfikir, apakah orang yang lahir dan pernah merasakan keterbatasan seperti di era 90an pasti mengalami "terkejut" oleh perkembangan teknologi digital?mungkin sebagian besar iya. Tengok saja alaman email atau ID Friendster saat dulu dibuat. Beberapa orang menyebutnya itu "Alay". Namun sebenarnya penyebab alay itu apa si?kok bisa - bisanya itu terjadi?aku sendiri selama ini risi dengan orang yang masih "alay". Namun jika dilihat - lihat lagi, aku yo hooh je(aku juga iya) dulunya.
Hal pertama yang menyadarkanku bahwa aku pernah menjadi orang alay itu adalah huruf. Ya sebagian dari kita pasti pernah mengalami menulis dengan huruf yang GeDhe KeciElz GetoHHH... Teyus huLuph Nah Di cingKatz - CingkAtz GeToh biAr OrAng LiatNa MuMet NdaSE.....eYaAahHhh GakK seh??
Sebenarnya saat mau nulis tentang alay ini aku mikir - mikir dan mencari - cari foto - foto jaman kaget menggunakan teknologi digital. Namun setelah menggeledah seluruh isi laptopku yang lama, ternyata aku hampir menemukan beberapa barang bukti kalau aku itu dulu Alay. Sumpah Nji'i tenan!!!!! tapi yowes, yo ben. Itu sudah berlalu. Yang perlu di lakukan sekarang adalah kok bisa seperti itu? mengapa?aku mencoba menganalisisnya.
1. FOtOEH QyuH PaS PelTama K-X di J@mBoeL RamBoetNa
Ini foto terlawas yang aku punya. Aku masih bersyukur bisa menemukan foto ini. Ini Aku baru lulus SMP dan moment ini diambil dokumentasinya saat aku sedang menghabiskan waktu sembari menunggu pengumuman masuk SMA. Waktu itu, Mbak saya merupakan salah satu Pegiat Panggung dengan aliran Hip - Hop. Lihat saja rambutnya, seorang cewek yang berani mengganti modelnya menjadi Conrue(jaman dulu kayak Allen Iverson). Melihat mbak ku yang berani bergaya seperti itu, aku merengek, dan aku bilang" Mbak, mbok rambute nyong di dandani si, ora sempong bae"(mbak, rambutku juga di dandani dong, biar gayanya ga sempong melulu). dan akhirnya rambut ku di jambul hingga saat ini. Dan ini adalah moment pertama rambut ku di jambul. Dulu aku sangat menyukai Blink 182 dan terinspirasi oleh Travis Barker. Jadinya ya rambut KW seperti ini.
![]() |
| First Time For JAMBUL |
2. FoTO N tAngAnNyAh CeLLaluWh Nge PhUk
Indikasi yang kedua adalah mengacungkan jari tengah saat menghadap ke kamera. Entah apa motivasiku saat itu. Mungkin karena terlalu sering melihat poster Tom Delonge yang mengacungkan jari tengah di gambar maka aku ikutan aja. Mungkin biar terlihat keren gitu atau apalah namanya. Apapun itu yang jelas ini masuk indikasi orang yang dikatakan "allay" bukan? Sudah lah, akui saja, memang seperti itu ada dan ada buktinya. Tak usah lagi mengelak. Mau dalam posisi apapun dan ke adaan apapun tetep aja mengacungkan jari tengah. Bahkan foto dengan saudara - saudara yang seharusnya terkesan manis malah di coreng dengan acungan jari tengah, di dekat boneka pula. Waduh, masuk kategori "alay" level apa itu aku ga tau.
![]() |
| Santai lho mas |
![]() |
| hhmmmm |
![]() |
| Iki opooo meneh dikasih merah - merah |
![]() |
| Anak Desa masuk Hotel Bintang Lima, ya kayak gini hasilnya |
![]() |
| Anak desa yang terobsesi jadi artis, ya kayak gini jadinya |
![]() |
| Cah Ndeso mandi di Bath up,emmmmmm.....Yo ko ngene ki lah |
![]() |
| Sok - Sok an jadi musisi mas? |
3. Sok iMoEtZ GetOOOOh kAkaKgz
Indikasi lain setelah mengacungkan jari tengah adalah tampil semaksimal mungkin dalam bentuk imut. Aku baru menyadari, ternyata penyakit "alay" ku ini masih membekas hingga aku semester 1. Awal kuliah karena suasana masih terbawa oleh suasana SMA, jadi ya sok - sok an pingin eksis dan pingin terlihat paling wah. Setelah aku bercerita dengan beberapa teman - temanku, ternyata hasrat seperti itu pasti menghampiri mahasiswa baru korban "alay". Sebutlah saja dulu friendster masih begitu populer dan penggunaannya untuk eksistensi masih begitu tinggi. Dari situlah aku menjadi seperti itu. Namun Sepertinya aku tertolong oleh lingkungan yang mengajariku untuk menjadi sederhana.
![]() |
| Mboten onten receh mas |
![]() |
| Imoetz beuudz kan mAZZZZ |
4. fOtoNa Di CeBeLah MoBil EaaHHh
Ada lagi yang lebih mencengangkan. Foto disebelah Mobilnya siapa biar terkesan bagaimana. Aku juga berfikir saat ini. Sebenarnya apa si yang dicari saat foto disebelah mobil itu?mau pamer punya mobil atau bagaimana? padahal mau bagaimanapun dan meskipun sudah punya SIM A, tetap saja itu mobil masih milik orang tua bukan?
![]() |
| modarooo fotone miring |
![]() |
| mboten ngertos nopo niki maksude |
5. poToNA di ToKO ORang
Baiklah, kalau kejadian ini mungkin dilakukan secara berjamaah. Mungkin memang buat seru - serua aja, jangan terlalu serius. Di gowo guyon saja kali ya. Meskipun sudah terindikasi alay, ya seperti ini lah. Di toko siapa, beli juga enggak, tapi ya tetep pingin nggaya.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa yang terjadi pada diriku beberapa tahun yang lalu membuktikan sepertinya manusia yang diterpa oleh teknologi digitalisasi perlu mengadapi adaptasi. Secara sekilas, itu semua karena kebiasaan yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Bayangkan saja saat dulu ketika Handphone masih Nokia seri 3310. Tidak ada hal - hal seperti itu yang terjadi. Mungkin masih dalam tahap "alay" secara tulisan dan itupun bersifat pribadi. Biasanya kalau yang tulisan itu karena ngikut temen - temennya biar tambah gaul pastinya. Setelah muncul adanya inovasi dari Nokia yang menggabungkan Handphone dengan kamera, maka jadilah hal - hal seperti diatas. Semua - semua ingin di dokumentasikan. Namun terkadang jika dilihat secara etika, ya sepertinya justru merusak tatanan wibawa dan citra.
Dahulu hal seperti itu tidak dipikirkan, namun sekarang ketika aku semakin sadar bahwa penggunaan teknologi digital memang sangat - sangat membawa citra diri. Maka benar adanya jika ada istilah "jangan bugil di depan kamera". maksudnya bisa bersifat denotasi dan konotasi. Yakni menggunakan teknologi digital digunakan sesuai dengan kebutuhan dan fungsi. Memang semua tidak bisa dipaksakan karena itu semua hanyalah sebuah proses. Tanpa proses itu, mungkin semua yang mengalami era "ke-Alay-an" nya akan terus berfikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah baik - baik saja. Padahal perkembangan media sosial saat ini sangat mempengaruhi kejiwaan seseorang yang menggunakannya. Pikirkan saja bagi yang terbiasa bangun tidur dan sebelum tidur mengakses media sosial, bukan kah itu memang sangat dibuthkan?
Hanya saja sekarang banyak orang yang meng"olok - olok" orang lain alay namun dia sendiri tidak sadar bahwa dia pernah mengalami proses tersebut. Meskipun berbeda indikasi dari apa yang aku alami diatas, namun tetap saja penilaian tentang "alay" mungkin lebih di titik beratkan pada berlebihan dalam menggunakan media sosial. Setelah aku amati apa yang aku lakukan saat itu, memang benar adanya, terlalu berlebihan dalam menggunakan media sosial dapat menimbulkan efek seperti itu, mungkin minimalnya bisa disebut "narsisme"
Jadi, sudahkah para "kaget-ers" yang hidup di era 90an mengakui bahwa kalian pernah mengalami proses yang seperti ini?Menjijikan kah?biarkan saja, itu sudah berlalu. Biarlah itu menjadi bahan candaan ketika kalian ngopi bersama dan saling ejek ketika dewasa nanti. Pasti akan menjadi hal yang menyenangkan tatkala hal yang memalukan di lakukan bersama dan di ingat - ingat dimasa mendatang. Sudahkah kalian semua "alay?"
Minggu, 02 Juni 2013
PERSIRES Day!
Stadion Sumitro Kolopaking, hari ini tanggal 2 Juni 2013 pukul 15.00 WIB hingga 17.15 WIB, Parakancanggah, Banjarnegara. Persires Banjarnegara VS Persekap Pasuruan. Divisi Utama LPI
![]() |
| Tiket Resmi yang di sponsori oleh Djarum Super |
Sudah lama sekali kota kami hening dan sunyi, apalagi sangat ironis melihat stadion yang sudah siap untuk bertarung tapi tidak pernah ada para pejang yang rela meninggalkan semua pekerjaan mereka demi sebuah nama kebanggaan seperti yang selama ini di nyanyikan di pinggir lapangan. Dulu kala, pernah ada orang tua yang berbicara kepada ku tentang betapa hebatnya kota ku ini ketika berbondong - bondong menyaksikan sebuah irama yang diatur melalui sebuah bola. Orang tua itu begitu rindu akan riuh stadion yang letaknya tidak jauh dari ini. Setiap kali menapakan kakinya di jalan menuju stadion pasti akan terasa begitu semangat dan begitu bergairah. Bahkan orang tua itu bilang" gaweanku tak tinggal nek mbanjar maen mas" (pekerjaan ku tak tinggal kalau Mbanjar --sebutan kota ku-- main). Namun itu sudah dulu kala, orang tua itu sudah begitu lama tidak merasakan gemerlap semangat yang riuh di dalam stadion.
Belum lama ini aku sering menghabiskan waktu untuk berputar menggunakan sepeda di sekitar stadion dan melihat ke arah turunnya matahari sembari membayangkan betapa hebatnya jika stadion ini dipenuhi dan disesaki oleh para pejuang harga diri. Betapa hebatnya mereka jika merelakan apa yang sedang mereka kerjakan untuk menghabiskan energinya demi melihat bola yang diombang ambingkan. Tak peduli siapa yang menang dan kalah, semua sudah siap menghabiskan energinya seperti aku yang menghabiskan energiku saat itu diluar dengan mengayuh sepeda secara perlahan sembari melihat sekeliling stadion dan berharap di depanku akan banyak terparkir roda dua, mungkin jumlahnya ribuan--benak ku saat itu--.
Selama aku menghabiskan waktu ku di Yogyakarta, aku selalu menyediakan energi ku untuk habis dan ikut dalam gemerlap kemerahan bersama ratusan pendukung Setan Merah (Manchester United). Hampir setiap minggunya aku selalu berkeringat ketika memakai jersey Thailand kw AAAA yang hingga saat ini belum pernah aku cuci sekalipun. Selain itu, aku juga menyempatkan untuk menyaksikan pasukan Elang Jawa di Maguwoharjo International Stadium. Padahal aku bukan orang asli Sleman, tapi itulah sepak bola, emosinya selalu merasuki jiwa untuk melihat bola yang diombang ambingkan kesana kemari. Saat aku memasuki Stadion milik pasukan Elang Jawa pun aku berbenak. Didalam benak ku aku berkata "kapan aku bisa mendukung tim dari kota ku sendiri? mengapa harus tim dari wilayah lain, bahkan yang jauhnya antar benua pun aku dukung. huft--sembari menghela nafas dalam benakku--."
Waktu telah memakan eranya dan semua berlabuh pada fajar dan senja. Begitu pula dengan ku, setelah aku menyelesaikan study ku di kota pelajar itu, aku memutuskan untuk menikmati irama untuk mengukur seberapa jauh aku bisa bertahan di kota ku sendiri. Salah satu cara untuk bertahan adalah dengan olah raga. Saat itu aku memilih futsal rutin setiap seminggu sekali agar bisa bertemu dengan kawan lama. dan disitulah aku mulai menemukan adanya mimpi yang selama ini hanya terucap di lidah. Saat aku bertemu kawan lamaku, mereka semua berbincang mengenai sebuah tim sepak bola dengan nama Persires. Aku pikir saat itu Persires adalah sebuah tim kelas tarkam yang sedang mengikuti kompetisi lokal di Banjarnegara. Aku tidak begitu bergeming saat itu karena aku hanya mengenal nama Persibara sebagai salah satu klub sepak bola di kota ku ini. Namun semakin hari, ternyata dugaanku salah, bahkan salah besar. Persires adalah klub yang saat ini menjadi tumpuan emosi dan hampir mulai merasuki harga diri orang - orang penikmat sepak bola di Banjarnegara. Klub ini datang seperti mimpi yang tak pernah terpikirkan oleh ku sebelumnya. Pemilik dari klub ini adalah orang Medan yang mempercayakan Banjarnegara sebagai tempat yang tepat untuk di jadikan markas dan bertarung.
Tentulah potensi petarung bola dikota ini mulai menjadi, mereka mulai menunjukan tajinya meskipun masih banyak pasukan yang didatangkan dari kota lain. Dan meskipun tim dengan nama Persires ini sampai kapan akan di embel - embeli Banjarnegara. Namun yang sekarang perlu ditunjukan adalah betapa rindunya kota ini untuk riuh dan datang berbondong - bondong serta menghabiskan energi mereka, merelakan semua pekerjaan mereka untuk membuat seisi stadion berteriak.
Kaget, tercengang, senyum, senang, semua menjadi satu. Aku masih sedikit ragu apakah ini benar - benar kotaku yang sudah lama aku tidak menghabiskan waktu disini? Oh Tuhan, aku mulai berfikir, apakah ini jawaban dari Mu tentang pertanyaan sebagian orang dimuka dataran tanah Indonesia raya ini . Pertanyaan tentang" DIMANA ITU LETAK BANJARNEGARA?" Mungkin itu pertanyaan yang hampir masuk lelucon semua orang Mbanjar dan pasti mengiris telinga dan hati ketika harus menyebutkan "Banjarnegara itu Dieng, Banjarnegara itu sebelah nya Wonosobo" lalu ada sahutan lagi"oh iya aku ngerti Dieng Wonosobo". Sial!!! bukan itu yang kami harapkan. Tapi mungkin ini waktu yang tepat untuk memunculkan, setidaknya di peta pelajaran Geografi bahwa Banjarnegara itu ya Banjarnegara, tak perlu lagi menyebutkan sebelah kota mana. Mungkin tim sepak bola ini akan menjawab dimana letak Banjarnegara.
Dan hari ini aku menyaksikan motor roda dua yang parkir di depan stadion ini berjumlah ribuan, seperti yang aku bayangkan sedari dulu saat aku mengayuh sepeda hingga pelataran stadion ini. Saat aku membeli tiketnya pun masih serasa mimpi. Apakah ini benar - benar ada di kota kami?. Lalu aku beranjak untuk memasuki stadion ini. Aku melihat ribuan penonton sudah duduk rapi. Kini Stadion ini benar - benar riuh, meskipun tidak seriuh para Jack Mania atau Aremania. Stadion ini di jejaki para hooligan untuk menunjukan bagaimana seharusnya mereka mendukung tim dari kota mereka sendiri. Tak perlu lagi mendukung tim dari kota lain karena ada kebanggaan disini. Bukan "karbitan" bukan pula "Glory Hunter". Ini yang seharusnya dilakukan oleh orang asli sini, mendukung tim sendiri. Meskipun dengan nama tim yang masih terdengar asing, namun itu perlahan akan menjadi emosi dalam tubuh orang kota ini karena yang dubutuhkan adalah pertarungan diatas lapangan. Bukan hanya nama yang selama ini di elu - elukan namun tak pernah bisa bertarung.
Aku tak peduli sejauh mana nama Persires ini akan dipakai untuk melengkapi hati Banjarnegara. Yang perlu aku pikirkan saat ini adalah bagaimana caraku untuk meluangkan waktu dari semua kegiatanku untuk datang ke stadion Sumitro Kolopaking ini dan mendukung tim yang seharusnya aku dukung. Tidak akan ada lagi meneriakan yel - yel di stadion kota lain, kini Sumitro Kolopaking siap untuk dipenuhi yel - yel yang berambisi dan berdikari. Dan kini, tim yang dulu pernah didukung oleh orang - orang diluar Banjarnegara ketika mendarat di kota lain akan menjadi lawan nya. Mungkin yang ada di Semarang tentang dukungannya terhadap PSIS dan yang ada di Yogyakarta tentang mendukung PSS maupun PSIM. Semua kini berbalik arah, karena dukungan kepada tim di kota pendaratan itu bersifat sementara, kini ada PERSIRES BANJARNEGARA yang perlu disaksikan aksinya.
Rabu depan, PSS Sleman yang akan menjadi saksinya. Dan tanggal 16 Juni 2013 mendatang, PERSIS SOLO akan menyaksikan riuhnya stadion Sumitro Kolopaking. That's It boy! let's Cheers our Tim!!!
![]() |
| MBRAHOL (MBANJAR HOOLIGAN) menyanyikan yel - yel Persires |
![]() |
| Terus bersuara tak peduli tim dalam keadaan seperti apa, yang mereka tahu hanyalah menjadi pemain ke 13 bagi Persires |
![]() |
| Berangkat bersama, bernyanyi bersama, dan berteriak serta angkat tangan bersama |
Sabtu, 01 Juni 2013
There is Nothing in 9
Satu......
Dua.......
Tiga........
Empat......
Lima.......
Enam.......
Tujuh.......
Delapan......
Sembilan......
Dua.......
Tiga........
Empat......
Lima.......
Enam.......
Tujuh.......
Delapan......
Sembilan......
Sampai situ saja aku cukup menghitungnya. Tak pernah ada tambahan setelah itu kecuali anugrah yang berbaris panjang melintang di garis katulistiwa. Tak pernah akan ada lagi sembilan - sembilan berikutnya. Sembilan pertama sungguh luar biasa, aku tak pernah bisa menghentikannya dipikiranku. Sembilan Pertama hadir di tengah hujan dan jas hujanku seharga tiga ribu dan tiga lilin syahdu. Aku tak pernah melupakan permen kiss warna biru itu dengan tulisan "I miss U". Kamu menjadi pemenang dalam sembilan pertamaku. Aku berharap sembilan pertamaku menjadi istimewa setelahnya, setelah dunia mayaku kamu hempaskan dan kamu tinggalkan. Karena aku memilih untuk meninggalkan diriku pada diriku sendiri, tanpa melalui sembilan pertama. Sudah lima kali aku bahagia pada sembilan yang pertama. Semoga kamu memperoleh yang mulia setelahku.
Sembilan yang kedua, datang dengan tiba - tiba dan halusinasi kerangat yang menyengat di malam hari. Sendiri dan menunggu pembalapnya. Pikiranku dikejutkan oleh sihir - sihir muda tentang manusia yang membutuhkan rasa saling memiliki dan berbagi. Aku melangkah selayaknya romeo yang tak tahu arah. Bukan sekedar itu, aku menunda dalam berpikir malam dan menempatkan diriku pada posisi yang paling hitam. Semua yang dibutuhkan adalah pengakuan. Tapi aku tidak menyukai hal itu. Aku menyukai proses yang aku alami dan semua berjalan seperti salju yang mengalir di siang hari. Aku yang telah menghitamkan diriku sendiri. Dan aku tau apa yang harus aku lakukan, aku harus kembali pada diri sendiri yang tegak atas diri sendiri, dan konsekuensi.
Tak ada sembilan lagi,,,sembilan yang baru, mungkin akan penuh debu dan rajutan tembok yang tinggi. Tembok yang tak akan mudah diraih. Tembok yang luar biasa. So let it flow, like snow.
Langganan:
Postingan (Atom)






















.jpg)
.jpg)














